MADINA – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas Koperasi dan UKM mengundang 49 Koperasi yang bergerak di bidang usaha perkebunan kelapa sawit yang ada di seluruh wilayah Madina.
Undangan dari Dinas Koperasi dan UKM itu terlaksana. Para pengurus koperasi hadir di Pendopo Rumah Dinas Bupati di Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Sabtu (6/9/2025).
Dalam acara Silaturahmi, Diskusi, dan Sharing tersebut, dihadiri Bupati Madina Saipullah Nasution didampingi Pj Sekda Sahnan Pasaribu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Muktar Affandi, Plt Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga, dan Kepala DPMPTSP Akhmad Faisal.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Muktar Afandi menjelaskan ada 49 koperasi produk sawit yang diundang. Pola kerja sama yang terbentuk ada dua jenis, koperasi plasma sebesar 20 persen dari luas HGU dan koperasi plasma yang anggotanya pemilik sertifikat menjalin kemitraan dengan perusahaan.
Koperasi tersebut, jelas Affandi berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Masih ada beberapa permasalahan yang muncul dan butuh solusi sehingga keberadaan koperasi bisa lebih maksimal mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Muktar Affandi.
Dalam pertemuan itu, sejumlah pengurus koperasi produk sawit yang ada di Madina menyampaikan aspirasi kepada Bupati H. Saipullah Nasution.
Beberapa aspirasi atau masalah yang diuraikan terkait dengan sengketa lahan, kebun plasma yang belum sepenuhnya terealisasi, infrastruktur yang belum memadai, kesepakatan bersama perusahaan yang tak berjalan baik, re-planting, dan harga TBS yang masih belum sesuai harapan.
Ketua Koperasi Kuala Tunak Tabuyung H. Wardan Batubara mengapresiasi Pemkab Madina yang menginisiasi pertemuan tersebut. Menurutnya hal itu menjadi peluang bagi pengurus koperasi untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi.
Dia juga menyampaikan dukungan terhadap Pemkab Madina yang membuka ruang bagi anak-anak petani dan pekerja di perusahaan maupun perkebunan sawit untuk mendapatkan beasiswa.
Sementara itu, Bupati Saipullah menjelaskan, Pemkab Madina sengaja mengundang seluruh koperasi produksi sawit untuk menyampaikan peluang atau kesempatan yang bisa diambil masyarakat dalam upaya meningkatkan hasil produksi.
“Sekaligus fasilitas-fasilitas yang disiapkan pemerintah berkaitan dengan beasiswa, pelatihan kepada pekerja perkebunan sawit, juga re-planting, dan alsintan,” jelas bupati.
Bupati menerangkan, keterbatasan anggaran selama ini bisa dimanfaatkan masyarakat dengan mengakses fasilitas yang disediakan pemerintah.
“Kalau ada badan yang sudah menyiapkan, alangkah baiknya dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita yang mengelola koperasi agar kebun-kebun mereka dikelola dengan baik dan menghasilkan produksi yang bagus,” jelasnya.
Terkait keluhan dan aspiras pengurus koperasi, Bupati Saipullah mengungkapkan Pemkab Madina akan terlebih dahulu menginventarisasi persolan yang ada, mempelajarinya bersama tim yang akan dibentuk, baru kemudian membicarakannya dengan perusahaan.
“Memang kami lihat tadi agak banyak permasalahan yang berhubungan dengan PTPN, karena memang BUMN, perusahaan milik negara, tentu kami nanti akan melakukan komunikasi yang lebih bagus dengan mereka,” tegas dia.
Dia berharap, komunikasi itu nanti membuka jalan penyelesaian agar permasalahan yang ada tidak menjadi bola liar yang berakibat satu sama lain saling menyalahkan. (FAN)












