MADINA – Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution menyerahkan benih padi varietas unggulan jenis Inpari 32 (Inbrida Padi IPB) kepada 20 kelompok tani di Kecamatan Panyabungan Timur. Total benih padi bersumber dari bantuan Kementerian Pertanian itu sebanyak 3,5 ton.
Penyerahan benih padi unggulan tersebut dipusatkan di Kelurahan Gunung Baringin, Selasa (15/7/2025).
Bupati Madina mengatakan, benih padi ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang tujuannya dalam rangka mewujudkan swasembada pangan di Indonesia sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Diharapkan petani di Panyabungan Timur mudah-mudahan dengan varietas bibit ini bisa hasilnya lebih bagus. Ini adalah bibit unggul yang disiapkan mendukung pertanian,” kata bupati.
Selain itu, Bupati Madina juga menyebut dalam waktu dekat akan mengunjungi sahabatnya di Rantau Prapat, Sumut. Sahabatnya itu seorang ahli yang menguasai bidang pupuk organik untuk digunakan ke pertanian.
Nantinya, kata bupati, pasca melakukan koordinasi di Rantau Prapat, ahli pupuk organik itu akan dibawa ke Kabupaten Madina mengambil sampel tanah, lalu dilakukan pemeriksaan di laboratorium.
“Tujuan pemeriksaan tanah di labolatorium itu apakah tanah yang kita tanami padi dan tumbuhan lainnya itu sudah keracunan sehingga hasilnya kurang baik,” ujarnya.
Bupati menerangkan, pihaknya serius dalam mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Madina. Segala cara akan dilakukan, termasuk dahulu memeriksa kultur tanah apakah ada gangguan, serta mencari cara agar biaya lebih hemat dikeluarkan petani.
“Pupuk kimia akan dialihkan ke pupuk organik. Dukung kami (Pemkab Madina), semoga bisa membuat Madina ini swasembada,” jelas bupati.
Selain itu, Bupati Madina juga melaporkan bahwasanya Pemkab Madina telah mengusulkan sejumlah program ke pemerintah pusat untuk mendukung pertanian, termasuk mengusulkan perbaikan irigasi yang berada di sejumlah kecamatan.
“Pemerintah kabupaten Madina sudah mengusulkan beberapa keperluan untuk mendukung pertanian ke pemerintah pusat,” pinta Bupati Saipullah.
Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Panyabungan Timur Aswin Hasibuan mengatakan, luas lahan yang akan ditanami benih padi varietas unggulan jenis Inpari 32 itu 139 Hektare tersebar pada 20 kelompok tani di Panyabungan Timur.
Benih padi itu akan dimanfaatkan pada musim tanam berikutnya, yakni pada September 2025.
“Karena petani padi di sini sudah dahulu turun ke sawah. Tanaman padi saat ini mencapai usia 40 hari sejak tanam. Jadi benih unggulan ini akan ditanam pada periode berikutnya,” jelasnya.
Aswin mengungkap sejumlah kendala pertanian di hadapan bupati. Ia menyebut, Indeks Pertanaman (IP) pertanian di Kecamatan Panyabungan Timur masih 200. Artinya petani hanya dua kali tanam-panen dalam setahun.
“Harapan kita IP bisa naik, bisa menjadi 250-300, atau tiga kali tanam dan panen setiap tahunnya agar swasembada pangan bisa terwujud,” sebut Aswin.
IP 200 ini, kata Aswin, terjadi akibat kebiasaan atau tradisi petani di wilayah tersebut.
“Misalnya, kalau sudah panen di bulan puasa (Ramadan), maka supaya tanam kembali baru di bulan haji (Zulhijjah). Ada 3 bulan jeda. Kita harus merubah sikap ini,” imbuhnya. (FAN)







