MohgaNews|Madina – teka teki siapa figur yang akan mendampingi H. Ahmad Huzein Nasution di Pilkada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) tahun 2020 mulai terjawab. Bakal calon Bupati Huzein SBN memantapkan pilihannya kepada figure tokoh agama/ustadz sebagai bakal calon Wakil Bupati atau pasangannya di Pilkada nanti.
Ada beberapa nama yang diusulkan masyarakat untuk menjadi pendampingnya, Beberapa nama tersebut berasal dari kalangan tokoh agama yang ia harapkan nanti dapat merangkul kepentingan umat dalam perjalanan pemerintahan. Dan tidak lama lagi nama tersebut akan ia umumkan bersama partai politik yang akan mengusungnya di Pilkada Madina.
Kenapa Huzein SBN lebih memilih tokoh agama?
Huzein SBN mengungkapkan, selama bulan Ramadan, ia meminta pendapat tokoh masyarakat juga pemuka agama dari berbagai wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Madina. Dan, setelah melewati saran dan arahan serta melalui ‘istiharah’ maka pilihannya jatuh pada sosok tokoh agama yang ia yakini dapat mewujudkan Kabupaten Madina yang rahmatan lil alamin.
“Selama bulan suci Ramadan kami melakukan konsolidasi, silaturahmi meminta arahan dari tokoh masyakat dan tokoh agama serta para sesepuh kita yang ada di Madina. Dan melalui shalat Istiharah, Kami menyepakati untuk menggandeng figur panutan agama sebagai pasangan kami di Pilkada tahun 2020. Semoga ketetapan hati kami mendapat ridho dan pertolongan dari yang Maha Kuasa di hari raya idul fitri ini,” ujar Huzein SBN kepada wartawan, Selasa (2/5) di Panyabungan.
Huzein SBN mengatakan peranan Ulama di pemerintahan amat penting sebagai penyeimbang kebijakan daerah. Kabupaten Madina yang dari dahulu dikenal sebagai pusat peradaban dan budaya, juga sebagai serambi Makkah-nya Sumatera Utara. Untuk merawat ciri khas daerah tersebut tentu saja Pemerintah harus mempunyai rencana strategi untuk membangun peradaban, kebudayaan, dan keagamaan itu melalui pemimpin yang memahami persoalan keumatan.
Huzein menilai, calon Wakil Bupati berlatar belakang keagamaan akan bisa memperbaiki moral dan mental masyarakat terkhusus kalangan pemuda. Karena, membangun daerah tidak hanya hebat di bidang pembangunan infrastruktur dan ekonomi kerakyatan. Tetapi tak kalah penting adalah merawat keagamaan dan budaya daerah sehingga dapat terwujud Madina yang maju dan religius.
Disitulah pentingnya peranan tokoh agama sebagai top leader agar kebijakan daerah lebih terarah di bidang keagamaan. Hal itu mengingat Kabupaten Madina yang dikenal sebagai pusat kajian keagamaan dan mempunyai lebih dari 20 pondok psantren, namun pada kenyataannya pondok psantren dan lembaga pendidikan kegamaan lainnya di Madina masih kurang perhatian dari segi kualitas dan kesejahteraan.
“Kita ingin mewujudkan Kabupaten Madina lebih maju dari segi pembangunan dan ekonominya serta daerah yang punya lapangan kerja bagi masyarakat terkhusus kalangan pemuda. Di sisi lain kita ingin mewujudkan Madina yang religius dalam arti sesungguhnya, agamais dalam pola hidup dan pengamalannya,
“Tentu tidak akan mungkin bisa mewujudkan itu semua tanpa keterlibatan figur tokoh agama atau Ustadz secara langsung di Pemerintahan. Saya ingin selalu berdampingan dengan Ulama, berdiksusi dengan mereka dan meminta pemikiran-pemikiran bagaimana merangkul umat untuk mewujudkan Madina yang agamais. Karena agama adalah benteng perbaikan moral dan ahlak masyarakat kita. Pemerintah harus bisa memberikan pembinaan moral untuk masyarakat, jadi tidak hanya berpikir tentang ekonomi saja,” kata Huzein.
“Nanti kita berbagi tugas, saling bersinergi. Saya menuntaskan pembangunan infrastruktur daerah dan meningkatkan ekonomi kerakyatan, sementara tugas Wakil nanti mengurus umat agar tetap pada norma-norma agama, sehingga terwujud visi-misi kita menjadikan Madina yang maju, sejahtera, dan religius,” ungkapnya.
Huzein mengungkapkan, selama perjalanannya silaturahmi dengan masyarakat dan para pemuka agama dalam beberapa bulan ini, ia mengaku prihatin karena penghasilan para guru agama, pengasuh pondok psantren, dan alim ulama di pelosok desa amat rendah dibandingkan dengan profesi lainnya. Ke depan, apabila masyarakat Madina mengamanahkannya menjadi pemimpin di periode mendatang, kesejahteraan para guru agama akan lebih ditingkatkan agar mereka bisa menjalankan tugasnya penuh tanggung jawab. Setidaknya bisa setara dengan lembaga pendidikan umum.
“Saya pribadi merasa prihatin, penghasilan guru agama dan pengasuh psantren serta alim ulama di desa tidak seberapa. Mereka mengeluh karena penghasilan mereka sama sekali tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup. Bagaimana kita ingin mewujudkan daerah yang agamais apabila para ustaz, para ulama, dan pengasuh pesantren tidak diberikan kesejahteraan yang layak. Inilah pentingnya figur Ulama sebagai pimpinan di pemerintahan kita, Madina ini daerah yang agamais, karena itu kebijakannya juga harus memperhatikan keagamaan,” tambahnya.
Huzein SBN Berada di 3 Besar Lembaga Survey
Berdasarkan release beberapa lembaga survey untuk calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kabupaten Madina, bakal calon Bupati Mandailing Natal H. Ahmad Huzein Nasution atau yang familiar disapa Huzein SBN selalu berada di rangking 3 teratas dari beberapa nama bakal calon yang muncul, ia memiliki nilai di atas 20 persen dari beberapa lembaga survey. Huzein kejar-kejaran dengan bakal calon petahana yaitu Dahlan Hasan Nasution yang saat ini sebagai Bupati Madina dan HM Ja’far Sukhairi Nasution saat ini menjabat Wakil Bupati Madina.
Hasil survey ini menunjukkan bahwa popularitas dan elektabilitas H. Ahmad Huzein Nasution cukup tinggi dan paling berpeluang untuk memenangkan Pilkada Madina tahun 2020.
Huzein SBN menanggapi positif hasil dari beberapa lembaga survey yang menempatkannya berada di posisi tiga besar dari sekian lembaga survey nasional.
“Alhamdulillah kita masih mendapat tempat di hati masyarakat, hasil survey itu membuktikan kita diiginkan masyarakat untuk memimpin Madina,” kata Huzein.
Saat disinggung mengenai partai politik pengusungnya, Huzein SBN dengan senyum khasnya mengatakan ia terus melakukan komunikasi intens dengan elit partai politik di daerah hingga tingkat pusat. Dan ia optimis akan mendapat dukungan partai politik apalagi visi-misinya sudah jelas yaitu membawa Mandailing Natal yang maju, sejahtera, dan religius.
Huzein SBN Berbagi Sembako di Tengah Pandemi COVID-19
Direktur Utama PT Sinar Batang Natal (SBN) H. Ahmad Huzein Nasution SE menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat Mandailing Natal (Madina) yang merasakan dampak sosial pandemi virus Corona (Covid-19)
Bantuan sembako sebanyak 1.000 paket itu berisi beras, minyak sayur, mie instan, telur, gula putih, bubuk teh, dan sabun. Dan, paket sembako disalurkan ke berbagai desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Madina.

Bantuan paket sembako disalurkan ke beberapa kecamatan. Penerima bantuan tersebut berdasarkan data relawan. Tentu masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi dan merasakan dampak sosial dari wabah virus Corona.
Pria yang akrab disapa Huzein SBN itu mengungkapkan, masyarakat telah merasakan dampak sosial dan ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19 ini. Anjuran sosial distancing mengakibatkan keterpurukan ekonomi, sehingga banyak masyarakat yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
bakal calon Bupati Madina itu pun mengajak semua lapisan masyarakat yang punya kemampuan secara ekonomi agar sama-sama turun tangan membantu masyarakat yang kurang mampu. Setidaknya bisa menyisihkan sebagian rezeki kepada tetangga maupun warga yang memerlukan.
“Kiranya kita semua bergerak membantu masyarakat kita. Dampak sosial virus Corona ini benar-benar terasa bagi masyarakat. Kita semua harus gotong royong menuntaskan persoalan ini. Bagi yang punya rezeki berlebih supaya menyisihkan untuk warga kurang mampu, dan bagi pemangku kebijakan terkhusus kepada Pemerintah agar membuat kebijakan daerah yang dapat membantu ekonomi masyarakat,
“harapan kita bantuan seadanya ini dapat membantu meringankan beban ekonomi rumah tangga masyarakat. Kami sadar bantuan yang kami salurkan ini tak seberapa, tapi kami ingin mengajak kita semua agar sama-sama gotong royong membantu warga kita yang membutuhkan,” pesan Huzein SBN. (MN-01)












