UMKM Sumut Bersiap Naik Kelas

Sumatera Utara103 Dilihat

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengusulkan pembukaan jalur laut baru dengan skema pengiriman skala kecil demi mempercepat dan mempermudah ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Sumut ke Malaysia. Langkah ini dirancang untuk memangkas biaya logistik sekaligus mempercepat perputaran modal para pelaku usaha lokal.

Usulan itu disampaikannya saat menerima Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato’ Muzafar Shah Mustafa, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut di Medan, Sabtu (10/10/2026) kemarin.

“Kami usulkan pengiriman dalam volume tidak terlalu besar, tetapi lebih sering. Misalnya lima hari sekali atau seminggu sekali,” kata Bobby, dikutip dari Antara

Hambatan ekspor di Sumut Bobby menjelaskan, potensi UMKM di Sumatera Utara sangat besar, tetapi kerap kali terkendala oleh aturan ekspor konvensional yang mewajibkan pengiriman dalam kuantitas besar sekaligus. Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha, Kecil dan Menengah Provinsi Sumut 2025, daerah ini tercatat memiliki sekitar 1,4 juta unit UMKM, dengan 98,9 persen di antaranya merupakan pelaku usaha mikro dan kecil.

“Dengan lima hari sekali atau seminggu sekali, maka pelaku UMKM tidak perlu menumpuk stok terlalu lama. Perputaran modal mereka juga bisa lebih cepat dan lebih dinamis,” ujarnya.

Guna merealisasikan skema tersebut, Pemerintah Provinsi Sumut menyatakan kesiapannya untuk mengucurkan subsidi di sektor transportasi laut lintas negara agar biaya logistik yang ditanggung UMKM tetap efisien.

Menurutnya, letak geografis Sumut yang berdekatan dengan kota-kota besar di Malaysia, seperti Kuala Lumpur dan Penang merupakan modal utama dalam mempererat kerja sama ekonomi bilateral, khususnya di bidang perdagangan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga penguatan kawasan industri.

“Jarak kita sangat dekat, bahkan beberapa daerah di Sumut lebih cepat dijangkau dari Kuala Lumpur dibandingkan Jakarta,” jelas dia.

“Keunggulan geografis ini harus kita konversikan menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat di kedua wilayah,” sambungnya.

Sambutan positif dari Malaysia Gagasan mengenai pembukaan jalur laut baru dan subsidi logistik tersebut mendapat respons positif dari Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datok Muzafar Shah Mustafa.

“Kami berkomitmen mendiskusikan mekanisme teknis pelaksanaannya, baik regulasi pemerintah maupun kerja sama sektor swasta di Malaysia,” tuturnya.

Datok Muzafar menekankan, Sumatera Utara menduduki posisi yang sangat strategis sebagai pintu masuk utama Malaysia di Indonesia. Dari total nilai perdagangan bilateral Indonesia–Malaysia yang menembus hampir 26 miliar dollar AS per tahun, Sumatera Utara menyumbang kontribusi antara 1 hingga 2 miliar dollar AS.

“Sumatera Utara memiliki kepentingan sangat besar bagi Malaysia, baik perdagangan, perkapalan, pariwisata medis hingga pendidikan. Kami mengapresiasi atas sinergi yang terjalin selama ini,” ungkap Datok Muzafar. (EEL/int)