MADINA — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fotografi Potret Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal resmi menjalin kerja sama dengan Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) dalam pelaksanaan kegiatan Fotografi Camp yang akan digelar pada 25–26 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa STAIN Madina untuk memadukan kreativitas fotografi dengan kepedulian terhadap kelestarian alam melalui pengalaman langsung di kawasan hutan konservasi TNBG.
Audiensi dan kesepakatan kerja sama dilakukan di kantor Balai TNBG, Panyabungan, antara pengurus UKM Potret dan pihak TNBG. Dalam diskusi tersebut, kedua pihak sepakat bahwa kegiatan Fotografi Camp bukan hanya berorientasi pada pengambilan gambar semata, melainkan juga menjadi ajang pembelajaran lingkungan bagi para peserta. Kegiatan utama akan dilaksanakan pada 25 Oktober 2025 pukul 09.00–12.00 WIB di kawasan hutan TNBG, yang melibatkan 120 peserta dari berbagai kalangan mahasiswa dan pecinta fotografi alam.
Kepala Balai TNBG, Agusman, S.P., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa STAIN Madina. “Kami menyambut baik kolaborasi ini karena fotografi bisa menjadi media yang efektif untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga alam. Melalui lensa kamera, para mahasiswa dapat mengabadikan keindahan dan kekayaan hayati TNBG, serta menyebarkannya kepada publik dengan pesan konservasi yang kuat,” ujar Agusman. Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang mempererat sinergi antara lembaga pendidikan dan instansi konservasi.
Sementara itu, Ahmad Salman Farid, M.Sos., selaku pembina UKM Fotografi Potret STAIN Madina, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari proses pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. “Fotografi Camp bukan hanya sekadar perjalanan memotret. Ini adalah proses memahami alam, memaknai keindahan, dan menumbuhkan empati terhadap lingkungan. Mahasiswa harus bisa menangkap esensi di balik setiap foto bahwa setiap pohon, hewan, dan aliran sungai adalah bagian dari kehidupan yang harus dijaga,” tuturnya.
Dalam hasil diskusi yang disepakati, pihak TNBG akan mendampingi para peserta selama kegiatan di kawasan hutan. Pendampingan tersebut mencakup kegiatan pengenalan profil kawasan TNBG, penjelasan mengenai fungsi ekologis hutan Batang Gadis, serta pemberian materi edukatif tentang flora dan fauna endemik yang hidup di wilayah tersebut. Setelah sesi edukasi, peserta akan diajak melakukan hunting foto alam di beberapa titik konservasi yang telah ditentukan dengan tetap memperhatikan etika lingkungan dan keselamatan.
Kegiatan Fotografi Camp akan dilanjutkan pada 26 Oktober 2025 dengan berbagai sesi pelatihan teknis di lingkungan kampus STAIN Madina. Peserta akan mendapatkan pelatihan tentang komposisi visual, teknik pengambilan gambar makro dan lanskap, serta editing foto bertema alam. Melalui pendekatan dua hari ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan karya fotografi yang bukan hanya indah secara estetika, tetapi juga sarat makna ekologis.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi UKM Potret STAIN Madina untuk terus berkembang sebagai wadah mahasiswa yang kreatif, berkarakter, dan peduli terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. “Kami ingin karya mahasiswa tidak hanya berhenti di kampus, tetapi menjadi sarana komunikasi publik yang menginspirasi masyarakat agar lebih menghargai keindahan dan keseimbangan alam,” tambah Ahmad Salman. Menurutnya, fotografi adalah bahasa universal yang mampu menyentuh hati manusia tanpa banyak kata, dan itu yang ingin dihadirkan melalui kegiatan ini.
Di akhir pertemuan, Kepala Balai TNBG dan pengurus UKM Potret sepakat menjadikan Fotografi Camp sebagai program berkelanjutan yang dapat dikembangkan dalam bentuk pameran foto konservasi, pelatihan dokumentasi lingkungan, dan riset visual tentang biodiversitas. Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan muncul generasi muda yang tidak hanya mahir memotret, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam dan keberlanjutan ekosistem di Madina. (MRL/Rel)







