Tugas Penting Kapolda Sumut yang Ditunggu Rakyat Mandailing Natal

0
621

MADINA| masyarakat Sumatera Utara kini memiliki Kapolda yang baru, yaitu Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak yang baru ditugaskan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit berdasarkan telegram ST/318 /11 /KEP.2021 yang diterbitkan tanggal 18 Februari 2021 kemarin.

Dengan bergantinya Kapolda Sumut, ada beberapa tugas penting yang sangat rentan dengan kondusifitas daerah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), salah satunya akun media sosial (Facebook) penghina pesantren Musthafawiyah Purba Baru.

Sebagaimana diketahui, Musthafawiyah merupakan pesantren terbesar dan tertua di Sumatera Utara dengan jumlah lulusan yang mencapai 200 ribuan orang. Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Mandailing Natal berdiri pada tahun 1912 tepatnya 109 tahun yang silam. Dan santrinya saat ini mencapai belasan ribu orang yang datang dari berbagai daerah di provinsi Sumut maupun di luar Sumatera Utara. Sementara alumninya menyebar di penjuru negeri hingga ke luar negeri dan paling banyak di timur tengah.

Ketua Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) M. Irwansyah Lubis SH kepada wartawan, Jumat (19/2/2021) menyampaikan, adanya postingan penghinaan pesantren dari akun Facebook ‘Rizky Hardiansyah’ sudah keterlaluan penghinaan terhadap pesantren Musthafawiyah. Bukan hanya itu, ulama besar dari pesantren tersebut yang sudah wafat pun di-posting dengan editan yang mengarah pada pornografi.

“Ini sudah sangat keterlaluan, kasus ini sudah dilaporkan ke Polisi, tapi sampai sekarang belum ada perkembangan penyelidikan, belum ada tersangka, apakah selambat itu mengusut akun penghina umat Islam. Karena yang dihina bukan hanya pesantren dan ulama, tetapi masjidil haram sebagai kiblat umat Islam turut dihina,” ungkap Irwansyah yang selaku alumni pesantren Musthafawiyah dan saat ini juga menjabat Sekretaris DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Madina

Ditambahkan Muhammad Ridwan Lubis SPd, ia juga menyesalkan proses hukum pengusutan akun penghina pesantren kebanggaan masyarakat Sumatera Utara itu.

“Saya khawatir pengadilan jalanan berlaku karena lambatnya proses hukum, ini persoalan serius yang harus diutamakan. Kami perhatikan perhari ini (Jumat) akun tersebut masih membuat postingan yang menghina ulama besar kita,

“Karena itu, kita meminta Kapolda Sumut bapak Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengutamakan pengusutan kasus ini. Kita yakin Polisi pasti bisa mengusut itu, yang jadi pertanyaan sampai kapan bisa terungkap,” ujar Ridwan, alumni pesantren Musthafawiyah. (MN-07)