MADINA – Tarif retribusi pajak pedagang daging sapi musiman menjelang Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) naik drastis 100 persen. Penjual wajib membayar Rp 100 ribu perekor.
Hal itu diketahui pada saat Dinas Pertanian Madina Bidang Peternakan melakukan pemantauan harga dan stok daging sapi di Pasar Lama dan Pasar Baru Panyabungan, Selasa (9/4/2024).
Kabid Peternakan Drh Asrul Lubis mengatakan, kunjungan mereka bertujuan untuk memantau kelayakan daging sapi dan kerbau untuk dikonsumsi, pengecekan stok dan pengutipan retribusi kepada masing-masing pedagang yang dilakukan oleh Bendahara Penerimaan PAD.
“Menurut hasil pantauan kita pagi ini di Pasar Lama dan Pasar Baru, stok daging mencukupi. Soal harga masih normal, sama seperti jelang Ramadan kemarin. Daging sapi Rp 170-180 perkilo. Tulang daging atau tulang Sup Rp 150-160 perkilo,” kata Asrul.
Asrul menjelaskan, kenaikan tarif retribusi sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Madina Nomor 1 Tahun 2024 tentang pajak daerah dan retribusi daerah.
“Sesuai Perda terbaru itu, mulanya Rp 50 ribu perekor, kini sudah Rp 100 ribu pedagang wajib melunasi di tempat,” jelas dia.
“Adapun komponen retribusi tersebut adalah biaya pemakaian tempat, biaya pemeriksaan hewan sebelum dipotong, biaya pemotongan dan biaya kebersihan,” tambahnya.
Untuk menghindari prasangka buruk dari pedagang kepada petugas pengutipan, maka pihaknya terus membawa salinan Perda tersebut dikuatkan dengan surat dari Dinas Pertanian Nomor 521/153/Distan/2024.
“Kami lihat pedagang paham akan perubahan tersebut dan mereka bersedia bayar retribusi,” ujarnya.
Sementara itu, petugas pemeriksaan daging dan retribusi PAD, Ali Usman menyebut sapi atau kerbau yang dipotong tahun ini meningkat dari tahun 2023.
“Tahun lalu ada 100 ekor lebih sapi dan kerbau yang dipotong dan dijual di pajak. Hasil pantauan kita hari ini lebih banyak lagi, untuk jumlah belum kita peroleh karena kita masih melakukan pendataan,” ungkapnya.
Pantauan Mohganews di Pasar Baru Panyabungan pukul 09.35 Wib, para pedagang dominan masih mengeluh soal pembeli.
Seorang pedagang mengaku hingga pukul 09.30 Wib masih jauh untuk mendapatkan modal yang dia keluarkan untuk 1 ekor sapi.
“Satu kaki sapi saja belum habis. Belum lagi yang lainnya. Tapi saya tetap yakin rezeki Allah yang atur. Waktu jualan masih panjang hingga sore,” tutupnya. (FAN)






