MADINA – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan rapat kordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di aula Pemkab Madina, Selasa (6/5/2025).
Rakor tersebut dibuka sekretaris daerah (Sekda) Alamulhaq Daulay mewakili Ketua TPPS Madina yang juga menjabat wakil bupati Atika Azmi Utammi Nasution.
Hadir di lokasi acara, kepala opd di Pemkab Madina yang tergabung dalam TPPS, para camat, kepala puskesmas, lurah, kepala desa, TNI-Polri, TP PKK, dan undangan lainnya dari pihak swasta.
DPPKB selaku panitia acara, menghadirkan dua orang narasumber dari BKKBN Provinsi Sumut yakni Muhammad Yusuf Nasution, dan Dicky Eko Pratomo, S.Sos.
Sekda menyampaikan, penurunan stunting di Kabupaten Madina terus dilakukan oleh Pemkab Madina. Ia meminta semua pihak, termasuk pihak swasta ikut serta membantu Pemkab Madina menurunkan angka stunting.
“Besar harapan kami penurunan stunting menjadi tugas kita semua. Perusahaan swasta baik itu dari SMGP maupun perusahaan kepala sawit yang ada di Pantai Barat, serta pihak Bank yang ada di Madina agar ikut berpartisipasi menurunkan angka stunting,” kata dia.
Alamulhaq juga berharap peserta yang mengikuti rakor TPPS dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting melalui program GENTING dapat memahami materi yang disampaikan narasumber sehingga pelaksanaan program tersebut berjalan dengan baik dan maksimal di lapangan.
“Rakor bukan datang hanya hadir begitu saja, tetapi harus bisa mengimplementasikan ilmu yang disampaikan oleh para narasumber dari BKKBN Provinsi Sumut,” ucap sekda.
Ketua panitia acara, Elfi Maryanni SKM, MKM yang juga menjabat Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Madina menyebut tujuan kegiatan ini adalah memberikan dukungan kepada keluarga kurang mampu yang memiliki anak beresiko stunting.
“Sasarannya adalah ibu hamil, ibu menyusui, atau yang memiliki anak usia dibawah dua tahun, anak usia 0 hingga 23 bulan dan balita,” kata Kepala DPPKB Madina.
Selain itu, Elfi Maryanni menerangkan, program GENTING ini bertujuan untuk menuntun prevalensi di Indonesia melalui intervensi berbasis keluarga dan peningkatan kesadaran masyarakat.
“Program ini juga bertujuan untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas dan kuat. Peran pemerintah daerah dan semua pihak termasuk perusahaan pihak swasta sangat diperlukan untuk mengatasi persoalan-persoalan stunting,” jelasnya.
Kepala DPPKB Madina juga melaporkan bahwa Kabupaten Madina sudah berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan dari tahun 2021 ke 2024. Elfi mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen yang berpartisipasi dalam penurunan stunting.
“Dengan kerja keras kita semua, angka penderita stunting di Madina terjadi penurunan yang sangat baik, dari 6,5 persen menjadi 2,5 persen. Mari terus bergandengan tangan agar penderita stunting di Madina semakin berkurang,” ungkap dia. (FAN).












