Muhammad Ikhsan Hasibuan Ketua Pokjaluh Kemenag Madina 2026-2030

MADINA – Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus memperkuat pelayanan keagamaan melalui Musyawarah Daerah (Musda) I Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Tahun 2026 yang digelar pada hari Selasa (5/5/2026) di Aula Kafe & Resto Rumah Daun, Panyabungan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal H. Maranaik Hasibuan, M.A, serta dihadiri Kepala Seksi Bimas Islam H. Irfansyah Nasution, S.Ag., M.M dan diikuti 42 orang penyuluh agama Islam se-Kabupaten Madina.

Musda I Pokjaluh ini merupakan tindak lanjut dari Musda Wilayah Pokjaluh Provinsi Sumatera Utara yang telah dilaksanakan pada April 2026 di Berastagi. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran penyuluh dalam melaksanakan tugas dan fungsi di tengah masyarakat.

Salah satu agenda utama Musda adalah pemilihan pengurus Pokjaluh Kabupaten Mandailing Natal periode 2026–2030 yang dilaksanakan melalui mekanisme musyawarah mufakat. Selain itu, forum juga membahas penyusunan program kerja organisasi, serta penguatan kelembagaan melalui pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pokjaluh.

Berdasarkan hasil musyawarah, peserta memilih dan menetapkan Muhammad Ikhsan Hasibuan, S.HI sebagai Ketua Pokjaluh Kabupaten Madina periode 2026–2030. Dalam arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madina, H. Maranaik Hasibuan, M.A menegaskan bahwa penyuluh agama merupakan ujung tombak Kementerian Agama dalam memberikan pembinaan keagamaan yang langsung menyentuh masyarakat.

“Melalui Musda ini, kita harapkan lahir kepengurusan yang solid serta program kerja yang terarah dan berdampak nyata. Penyuluh harus mampu hadir di tengah masyarakat sebagai pembimbing, pengayom, dan penyambung program keagamaan pemerintah,” tegas Maranaik Hasibuan

Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam H. Irfansyah Nasution, S.Ag., M.M menambahkan bahwa Musda menjadi momentum penting dalam memperkuat profesionalitas penyuluh serta menyelaraskan program kerja dengan kebutuhan masyarakat.

“Pokjaluh harus mampu menjawab tantangan zaman, menghadirkan penyuluhan yang adaptif, serta memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat,” Irfansyah Nasution

Pelaksanaan Musda ini juga terlaksana berkat dukungan Kepala Kantor Kemenag Madina serta swadaya para penyuluh agama, yang menunjukkan komitmen kuat dalam membangun organisasi yang mandiri dan berdaya. Dari sisi dampak, Musda ini diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang konkret dan aplikatif sesuai dengan tugas dan fungsi penyuluh agama Islam, memperkuat sinergi antarpenyuluh, serta meningkatkan kualitas layanan keagamaan di Kabupaten Mandailing Natal.

Selain itu, keberadaan Pokjaluh yang terorganisir dengan baik akan memperluas jangkauan pembinaan umat, meningkatkan literasi keagamaan masyarakat, serta memperkuat peran penyuluh dalam menjaga kerukunan dan harmoni sosial. Kementerian Agama Kabupaten Madina menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, terstruktur, dan berdampak langsung dari penyuluh untuk masyarakat. (MRL/Rel)