Ketua Golkar Sumut Akan Bangun Masjid di Simpang Suga Madina

MADINA, Mohga – Ketua Yayasan Haji Anif sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara H. Musa Rajekshah akan membangun masjid di lingkungan pesantren Albitsatul Islamiyah Simpang Suga Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal (Madina)

Rencana pembangunan masjid ini diawali dengan peninjauan lokasi pada Selasa (9/5/2023). Peninjauan diwakili tokoh masyarakat H. Aswin Parinduri yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Madina didampingi ketua harian Partai Golkar Madina, H Sariful Sarling Lubis, Sobir Lubis, dan Arsidin Batubara.

“Kami mendapat arahan dari Ketua Golkar Sumut untuk meninjau lokasi rencana pembangunan masjid di pesantren Albitsatul Islamiyah Simpang Suga. Pembangunan masjid ini adalah program Yayasan Haji Anif untuk melanjutkan keinginan almarhum bapak Haji Anif membangun 99 masjid di berbagai daerah. Bertepatan belum lama ini pak Ijek datang silaturahmi ke pesantren Albitsatul Islamiyah Simpang Suga, beliau terpanggil hatinya untuk membantu membangun masjid yang layak di sini,” kata H. Aswin

Ia mengungkapkan setelah peninjauan lokasi, lahan yang tersedia di komplek pesantren hanya sekitar 20×25 meter.

“Lahan yang tersedia hanya sekitar 25×20 meter di dalam lingkungan pesantren. Kalau misalnya masjid dibangun di atas lahan yang di dalam lingkungan, maka akan merusak tata ruang dan bangunan pesantren. Tapi pihak pesantren tadi ada juga menyampaikan bahwa ada lahan di samping pesantren dan persis di pinggir jalan raya, alangkah baiknya apabila di situ dibangun masjid ini sehingga yang memanfaatkan masjid nantinya bisa masyarakat umum bukan hanya santri saja. Masalahnya sekarang soal pembebasan lahan. Kalau lahannya sudah tersedia, insha Allah dalam bulan ini juga Yayasan Haji Anif akan melakukan peletakan batu pertam tanda dimulainya pembangunan,” jelas Aswin.

Lalu, Pimpinan pesantren Albitsatul Islamiyah, Muhammad Nazir Nasution kepada wartawan menjelaskan, lahan kosong di dalam pesantren yang dapat disediakan hanya 25×20 M saja.

“Tadi kita sudah melakukan peninjauan, kalau masjid ini dibangun di dalam lingkungan pesantren lahan dan tata ruangnya kurang memungkinkan. Tapi kami juga sudah beritahu bahwa ada lahan persawahan di samping asrama putri dan persis di pinggir jalan raya yang mau dijual pemiliknya. Kami kira lokasinya sangat tepat, tapi dana pesantren belum cukup membelinya, harganya sekitar Rp 300an juta, sedangkan dana kami yang tersedia baru sekitar Rp 25 juta,” kata Muhammad Nazir

Menanggapi hal ini, Ketua Partai Golkar Madina H. Aswin mengajak lapisan masyarakat khususnya para dermawan agar sama-sama ikut berpartisifasi membantu donasi agar lahan persawahan tersebut dapat dibebaskan, sehingga pembangunan masjid dari Yayasan Haji Anif tersebut dapat segera terealisasi.

“Karena lokasinya sangat tepat dan bermanfaat bagi lapisan masyarakat bukan hanya bagi santri saja, alangkah baiknya kita sama-sama membantu donasi agar pembangunannya segera teralisasi,” pesannya.