MADINA, Mohga – Polres Mandailing Natal (Madina) melalui Satuan Reserse Narkoba mengungkap jumlah kasus narkotika yang ditangani mulai dari Januari hingga 30 Juli 2022.
Pengungkapan kasus narkoba di Kabupaten Madina bila dibandingkan perjuli 2021, jumlahnya meningkat mencapai 5 persen
Pada bulan Januari hingga Juli 2021, Satres Narkoba mengungkap tindak kriminal yang terjadi atau crime total (CT) sejumlah 55 kasus, sementara untuk persentase tingkat penyelesaian tindak pidana atau crime clearance (CC) pada tahun 2021 mencapai 42 kasus.
Sementara jumlah pengungkapan kasus narkoba CT hingga Desember 2021 berjumlah 81 kasus dan CC 86 kasus.
Sedangkan untuk tahun 2022 mulai Januari hingga 30 Juli, ungkap kasus tindak kriminal yang terjadi atau CT sejumlah 61 kasus dan CC sejumlah 49 kasus.
Untuk kasus pengungkapan skala besar berdasarkan LP/A/15/II/2022/SPKT/Satresnakoba/Polres Madina/Tanggal 07 Februari 2022 tersangka RS dengan batang bukti 11 ball ganja kering siap edar dibalut lakban warna kuning dengan berat 11.3 kilogram.
Kemudian, LP/A/66/VII/2022/SPKT.Satresnarkoba/Polres Madina/Polda Sumut. Tanggal 12 Juli 2022 tersangka atas nama MA dengan barang bukti 1 buat plastik transparan yang diduga berisikan narkotika golongan 1 jenis sabu dengan berat brutti 61.18 gram dan 1 buat plastik transparan berisikan 5 paket narkotika jenis sabu dengan berat brutto 2.17 gram.
Kapolres Madina, AKBP HM Reza Chairul Akbar Sidiq Sik MH mengapresiasi kinerja Kasat Narkoba, AKP Irwan SH MM dan jajaran dalam pengungkapan kasus narkoba.
Reza juga mengajak masyarakat untuk selalu mau berpartisipasi dalam menyukseskan tugas kepolisian khususnya pemberantasan narkoba di Madina.
“saya mengapresiasi Kasat Narkona dan jajarannya peningkatan kinerja dalam pengungkapan kasus narkoba serta apresiasi kepada masyarakat yang sudah membantu dalam memberi informasi baik secara langsung maupun via aplikasi Mangalapor Pak Kapolres,“ ucapnya.
Kapolres Madina juga tidak lupa mengajak masyarakat untuk menjadi polisi bagi diri sendiri dengan tujuan untuk menciptakan kekondusifan Kamtibmas di Madina.
Peningkatan jumlah pengungkapan kasus narkoba tersebut juga mendapat respon positif dari Ketua DPC Gerakan Anti Narkotika (Granat), Ali Anapiah SH.
Ali menyebut, Granat Madina selalu siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan Polres Madina dalam pemberantasan narkoba, Kamis (4/8/2022).
Eks Anggota DPRD Madina Periode 2009-2014 ini berharap kepada Satresnakoba Polres Madina untuk selalu meningkatkan kinerja dalam memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya.
“melihat dari grafik ungkap kasus narkoba tersebut, menunjukkan wilayah Kabupaten Madina menjadi target para mafia atau gembong para mafia untuk mengedarkan narkoba di wilayah Madina jika dilihat dari ungkap kasus yang semakin meningkat. Kita berharap kinerja kepolisian dalam pemberantasan narkoba semakin ditingkatkan agar ruang lingkup para mafia untuk mengedarkan narkoba semakin sempit,“ harapnya. (MN-08)






