MADINA, Mohga – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meluncurkan buku pertamanya yang berjudul Transformasi Pengkaderan HMI, Minggu (3/9/2023) kemarin.
Buku pengkaderan tersebut berupa kumpulan pemikiran ilmiah basic training latihan kader I yang merupakan panduan materi-materi Training seorang kader.
Master Of Training Latihan Kader I HMI Madina dengan panitia pelaksana HMI Komisariat Tarbiyah STAIN Madina Periode 2022-2023, Budi Santoso mengatakan, pembuatan buku itu merupakan kegelisahan kader HMI Madina ketika selesai kadererisasi tetapi tidak ada buku panduan untuk memperdalam pengetahuan HMI.
Budi menambahkan dengan adanya pembuatan buku itu, diharapkan bisa merawat kultur HMI terkhususnya HMI Madina agar tidak terjadi krisis identitas.
“Kami menyusun buku ini, selain proses kami juga penuh harapan besar terkait kader HMI agar mampu menghalau penyakit krisis identitas,” terangnya.
“Kami juga menganggap HMI Madina itu memiliki sosio-kultur tersendiri dalam merawat pengkaderan. Maka dari itu risalah pemikiran-pemikiran HMI harus dibukukan dan terus dikaji agar mampu ditemukan keotentikannya,” sambungnya.
Sementara Ketua umum HMI Madina Riswan Nasution mengaku ini merupakan sejarah pertama selama HMI Cabang Madina berdiri lalu dikerjakan hanya dengan waktu 3 hari pada forum training latihan kader I HMI Komisariat Tarbiyah STAIN Madina periode 2022-2023.
“Ini adalah sejarah pertama dalam HMI Madina. Ada satu tokoh hebat Kakanda Budi Santoso yang mempunyai pemikiran brilian melihat tantangan masa depan HMI khususnya di Madina,” tuturnya.
Riswan menilai, capaian tersebut adalah satu kesuksesan diakhir pengurusan HMI Madina yang menerbitkan satu buku yang efeknya sangat bermanfaat bagi seluruh kader HMI. (MN-08)












