Dua Kali Ditolak KPU Madina, Bawaslu Masih Buka Peluang Bagi Idris-Imran

0
334
Ketua Bawaslu Kabupaten Madina, Joko Arief Budiono

MohgaNews|Madina – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) kembali menolak dokumen persyaratan bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada tahun 2020 dari jalur perseorangan, Muhammad Idris Lubis-Imran Khaitami Daulay untuk kedua kalinya.

Awalnya, pada tanggal 22 Februari yang lalu, KPU memutuskan menolak dokumen dukungan bakal pasangan calon perseorangan Idris-Imran karena tidak memenuhi syarat. Lalu, keputusan KPU Madina tersebut digugat Idris-Imran ke Bawaslu Madina. Dan, setelah melalui proses penyelesaian sengketa, Bawaslu memutuskan dan memerintahkan KPU Madina untuk melakukan pengecekan ulang.

Selanjutnya, setelah KPU menjalankan perintah putusan Bawaslu tersebut dan melakukan pengecekan ulang, hasilnya KPU tetap menolak dokumen dukungan Idris-Imran karena tidak memenuhi syarat, dengan kata lain bakal pasangan calon yang punya jargon ‘Beriman’ ditolak dua kali.

Meskipun sudah dua kali ditolak KPU Madina, pasangan Idris-Imran masih punya peluang untuk menggugat keputusan KPU tersebut.

“Kalau misalnya hasil pengecekan ulang itu pasangan Idris-Imran tidak menerima. Secara regulasi mereka tetap masih punya peluang untuk menggugat keputusan KPU. Karena tidak ada batasan mau berapa kali mereka menggugat selagi tidak melanggar regulasi dan tahapan yang ada. Kita tetap buka kesempatan bila mana masih ingin menggugat,” kata Ketua Bawaslu Madina Joko Arief Budiono SH kepada MohgaNews, Sabtu malam (20/3)

Joko mengatakan, KPU Madina sudah menjalankan putusan Bawaslu atas gugatan Idris-Imran, dan KPU sudah melakukan pengecekan ulang terhadap dokumen syarat dukungan yang diserahkan pasangan Idris-Imran.

“KPU sudah melaksanakan putusan yaitu melakukan pengecekan ulang. Dan Bawaslu pro aktif mengawasi semua proses pengecekan ulang yang berlangsung di KPU. Selama pantauan dan pengawasan kami, semua berjalan lancar dan tertib, tidak ada perselisihan yang signifikan. Jadi sejauh ini belum ada potensi. Yang pasti tidak ada batasan, kalau misalnya mereka mau gugat kembali, kita terima saja, dan nanti kita lihat bagaimana,” terangnya. (MN-01)