DPRD Madina Yang Terhormat, Tolong Tampung Beasiswa Mahasiswa Miskin

0
306
Proses pelantikan 40 orang anggota DPRD Mandailing Natal periode 2019-2024

MohgaNews|Madina – pelantikan DPRD Mandailing Natal (Madina) periode 2019-2024 telah usai pada hari Senin (2/9) kemarin di gedung Serba Guna Panyabungan. harapan pun mulai bermunculan dari masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa.

Mahasiswa berharap, DPRD Madina dapat mendengar dan memperjuangkan dana beasiswa bagi mahasiswa miskin berprestasi yang mana telah dihentikan programnya sejak tahun 2016 yang lalu. Sebelumnya, beasiswa mahasiswa miskin berprestasi ini sudah ditampung dalam APBD Madina mulai tahun 2012 hingga 2016 yang lalu.

Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Madina, Hafsoh kepada MohgaNews, Selasa malam (3/9) mengatakan, semangat baru anggota DPRD Madina yang telah dilantik mereka harapkan dapat memperjuangkan aspirasi mahasiswa Madina yang belum terealisasikan selama tiga tahun terakhir.

Menurutnya, penghentian besiswa bagi mahasiswa miskin berprestasi yang kuliah di Perguruan Tinggi Negeri itu banyak berpengaruh pada proses perkuliahan mahasiswa.

Bahkan, sudah banyak mahasiswa yang berhenti kuliah dikarenakan tidak mempunyai biaya yang cukup. Apalagi, kebanyakan masyarakat Madina berpenghasilan dari bertani dan berkebun, seperti petani karet yang harganya sangat murah, sementara penghasilan masyarakat tidak sebanding dengan kebutuhan sehari-sehari.

“Banyak teman-teman mahasiswa berprestasi yang memutuskan berhenti kuliah disebabkan keterbatasan biaya kuliah. Kami merasa prihatin dengan kondisi ini. Karena itu, kami berharap anggota DPRD yang baru ini bisa mengakomodir aspirasi mahasiswa Madina supaya beasiswa itu bisa ditampung kembali di APBD tahun 2020,” kata Hafsoh

Senada juga disampaikan Ketua DPD KNPI Kabupaten Madina Tan Gozali Nasution. Ia menyebut, beasiswa sangat penting mengingat banyak mahasiswa yang memiliki kecerdasan namun terancam gagal kuliah akibat kesulitan ekonomi orangtua.

“Sayang sekali jika para mahasiswa cerdas gagal kuliah akibat kondisi keuangan orang tua mereka,” katanya.

Padahal, lanjut Gozali, Madina membutuhkan generasi yang punya SDM tinggi dalam dinamika pembangunan daerah ke depan. Sebab,Madina akan tetinggal jika tak mempersiapkan generasi berpendidikan.

Beasiswa itu, menurut Gozali, memiliki peran penting dalam membantu para mahasiswa yang terbentur finansial. Banyak orang tua tak mampu mengkuliahkan anak-anak mereka akibat kemiskinan.

Banyak generasi yang berpotensi harus menahan cita-cita hanya karena kemiskina orang tua.

“Lantas mengapa beasiswa itu dihentikan? Bukankah pemerintah mampu secara APBD untuk itu?. Nah, ini harapan kita kepada 40 orang anggota DPRD Madina yang dilantik, tolong perhatikan nasip generasi kita saat ini. Banyak yang kehilangan cita-cita dikarenakan tak punya biaya,” ujarnya.

Dapat diketahui, beasiswa mahasiswa miskin berprestasi ini telah ditampung pada APBD Madina dimulai tahun 2012 yang lalu. Ini salah satu produk unggulan Pemerintah Kabupaten Madina saat dipimpin Hidayat Batubara-Dahlan Hasan Nasution.

Setiap mahasiswa yang memenuhi kriteria, mereka diberikan dana beasiswa sebesar Rp 5 juta pertahun. Dan, ketika itu dana yang ditampung di APBD Madina sebesar Rp 1 miliar. Lalu, tahun berikutnya naik menjadi Rp 1,5 miliar.

Tetapi, sejak tahun 2016 yang lalu, beasiswa tersebut tidak pernah ditampung lagi, sehingga hal ini cukup mengecewakan mahasiswa asal Madina yang kuliah di perguruan tinggi negeri, apalagi saaat ini Kabupaten Madina sudah mempunyai kampus negeri yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Panyabungan. (MN-01)