MADINA – Aksi demonstrasi Cipayung Plus Mandailing Natal (Madina) ke Gedung DPRD Madina di Komplek Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan, Panyabungan, berlangsung kondusif.
Situasi kondusifitas dalam penyampaian aspirasi oleh Cipayung Plus mendapat apresiasi dari Polres Madina.
Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh, SH, MH, sebelum aksi berlangsung mengimbau kepada seluruh mahasiswa agar dalam menyampaikan aspirasi berjalan dengan baik dan santun.
Kapolres meminta semua peserta aksi demonstrasi tidak berbuat anarkis, apalagi merusak fasilitas negara yang biaya pembangunannya bersumber dari uang rakyat.
Imbauan Kapolres Madina tersebut direspons oleh Cipayung Plus. Mereka juga meminta agar dalam pengamanan aksi dilakukan dengan baik dan humanis.
Terpisah, Plt Kepala Seksi Humas Polres Madina Iptu Bagus Seto, SH, menyebut aksi demonstrasi di Gedung DPRD Madina berlangsung dengan aman, nyaman, kondusif.
“Unjuk rasa Cipayung Plus hari ini berlangsung sangat baik, kondusif. Polres Madina sebagai aparat yang terlibat dalam pengamanan sangat mengapresiasi sikap dari Cipayung Plus tersebut,” kata Bagus, Rabu (3/9/2025).
Bagus menerangkan, 230 orang personel Polri dan TNI terlibat dalam pengamanan unjuk rasa Cipayung Plus dan masyarakat tersebut. Tim pengamanan yang dibentuk itu berhasil menjalankan tugasnya sesuai ketentuan.
“Unjuk rasa mahasiswa dari Cipayung Plus ke Gedung DPRD Madina berjalan dengan baik sesuai dengan yang kita harapkan bersama,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, massa aksi demonstrasi itu diterima langsung Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis didampingi Wakil Ketua DPRD Indah Annisa dan Miftahul Falah, dan 26 anggota DPRD Madina lainnya.
11 orang anggota DPRD Madina lainnya tak bisa hadir dalam menyambut aksi demonstrasi itu dengan alasan sedang menggelar Reses di Dapil (Daerah Pemilihan) masing-masing.
Turut hadir, Bupati Madina Saipullah Nasution, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Sekdakab Drs. Sahnan Pasaribu, sejumlah kepala OPD di Pemkab Madina, dan Pejabat Utama (PJU) Polres Madina.
Sebelumnya, Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis menyatakan kesepakatannya atas pernyataan sikap yang dibuat peserta unjuk rasa dari Cipayung Plus dan masyarakat.
Cipayung Plus membawa 6 poin pernyataan sikap atau tuntutan untuk ditindaklanjuti DPRD Madina. Adalah keenam poin pernyataan sikap itu, yakni;
- Meminta penghapusan fasilitas mewah DPR dan semua tunjangan mereka serta mengaudit seluruh Anggota DPR.
- Merevisi (Merubah) keputusan non-aktif Anggota DPR RI menjadi status pemberhentian atau dipecat dari anggota DPR RI.
- Mendesak DPR RI mengesahkan RUU Perampasan Aset.
- Mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap rekan seperjuangan yang menyuarakan aspirasi rakyat.
- Mendesak DPRD Kabupaten Mandailing Natal untuk secepatnya membuat Perda (Peraturan Daerah) terkait maraknya pelecehan seksual dan tindakan kekerasan di lingkup pendidikan dan lingkup masyarakat Madina.
- Mosi tidak percaya kepada DPR.Ketua DPRD Madina menyampaikan kesepakatannya atas seluruh poin pernyataan sikap dimaksud. (FAN)







