MADINA – Bupati Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Eka Putra, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kamis malam (24/4/2026).
Kunjungan Eka Putra bersama Ketua TP-PKK Tanah Datar disambut Bupati Madina, Saipullah Nasution dan pejabat teras Pemkab Madina di Pendopo Rumah Dinas Bupati, di Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan.
Dalam pertemuan tersebut, menjadi momentum penting bagi kedua daerah untuk menjajaki kerja sama lintas provinsi di sektor ekonomi, pertanian, hingga program keagamaan.
Dapat diketahui, kedua kepala daerah ini juga merupakan sahabat lama yang telah menjalin hubungan baik sejak tahun 2005. Keakraban tersebut menyelimuti diskusi mengenai potensi pembangunan di masing-masing wilayah.
Sebagai tuan rumah, Saipullah memaparkan profil Kabupaten Madina yang dikenal sebagai “Bumi Gordang Sambilan”. Ia menyoroti letak geografis yang strategis, potensi pariwisata, hingga produktivitas pertanian.
Terkait sektor perkebunan, Saipullah mengungkapkan langkah serius Pemkab Madina dalam memperjuangkan hak daerah. Ia menyebut telah berkoordinasi dengan kementerian terkait mengenai rendahnya Dana Bagi Hasil (DBH) sawit.
“Kami telah mengunjungi Dirjen dan kementerian terkait untuk mempertanyakan DBH sawit yang rendah. Alhamdulillah, ke depannya akan ada kenaikan bagi hasil untuk Madina,” kata Bupati Saipullah.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, memberikan apresiasi atas kepemimpinan Saipullah. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan sejumlah program unggulan yang telah berhasil diterapkan di Tanah Datar, Sumatera Barat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan:
Pertama, asuransi pertanian. Dalam program ini ganti rugi diberikan sebesar Rp6 juta per hektare bagi petani yang terdampak bencana alam, gagal panen, atau serangan hama.
Kedua, bajak sawah gratis. Hal ini merupakan bentuk layanan pemerintah di mana petani hanya perlu menanggung biaya tanam, dan yang ketiga adalah bentuk perlindungan bagi para peternak sapi.
Eka Putra menilai program-program ini sangat relevan untuk diterapkan di Madina guna melindungi kesejahteraan petani lokal. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar guna memberikan pemaparan teknis lebih lanjut di Madina.
Selain urusan ekonomi, kedua pemimpin daerah ini juga membahas penguatan nilai religius. Mengingat Madina memiliki julukan sebagai “Serambi Mekkah-nya Sumatera Utara”, Eka Putra membagikan kesuksesan program “Satu Rumah Satu Hafiz” di Tanah Datar.
Program ini merupakan kolaborasi antara APBD dan kontribusi masyarakat perantau. “Kami menargetkan setiap rumah di Tanah Datar memiliki minimal satu penghafal Al-Qur’an. Ini adalah bagian dari program prioritas kami untuk membangun karakter generasi muda,” pungkas Eka. (FAN)









