MADINA – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution bicara tentang kritikan media massa pada pembukaan Konferensi V PWI Madina di Aula Hotel Rindang, Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, Selasa (23/12/2025).
Bupati menyampaikan, Pemkab Madina di masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution bukan anti kritik. Bupati meminta wartawan yang kritik kinerja mereka harus selalu menaati Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan selalu berpedoman pada UU No 40 tahun 1999 tentang Pers.
“Silahkan kritik kinerja saya. Kontrol sosial itu sangat diperlukan supaya kebijakan yang kami buat apakah sudah sesuai dengan keinginan masyarakat atau masih ada masukan-masukan saran untuk tujuan pembangunan Madina yang lebih baik,” kata dia.
Bupati Madina menerangkan, Kabupaten Madina yang dikenal Bumi Gordang Sambilan masih kental dengan Dalihan Natolu yang di dalamnya terhimpun Mora, Kahanggi, Anak Boru.
“Dalam menjalankan tugas pers untuk Madina itu juga saya fikir wartawan juga harus menjunjung tinggi nilai-nilai adat,” jelasnya.
Saipullah sukses berkarir di PNS berkat dukungan pers
Bupati Saipullah Nasution juga mengaku sewaktu menjabat di Direktorat Bea dan Cukai Kemenkeu Republik Indonesia paling dekat dengan para wartawan. Bahkan, Saipullah menyebut dia sukses berkarir menjadi seorang Pegawai Negeri berkat dukungan dari wartawan.
“38 tahun lebih saya bertugas di Kementerian Keuangan bidang Bea dan Cukai. Kawan-kawan wartawan itu dekat dengan saya. Meraka aktif memberikan saran pada saya ketika saya menjalankan tugas negara,” imbuhnya.
Terkahir, Bupati Madina mengucapkan selamat dan sukses Konferensi V PWI Madina tahun 2025. Ia berharap siapapun yang terpilih menjadi Ketua PWI baru periode 2025-2028 harus bisa merangkul yang kalah dalam pemilihan. “Yang menang harus bisa merangkul yang kalah,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, Kajari Yos A Tarigan, SH, MH, para kepala OPD, Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik dan pengurus, Ketua PWI Tapsel, serta tamu undangan lainnya.
Diketahui, Konferensi V PWI Madina memiliki dua kandidat bakal calon. Zamharir Rangkuti dan Ali Anhar Harahap. Pemilihan akan dilakukan sistem voting dengan jumlah pemilih 11 anggota biasa PWI Madina.
Sebelum nantinya dilakukan pemilihan, dahulu PWI Sumut akan membuat fakta integritas kedua calon ikhlas menerima kekalahan dalam pertandingan. PWI Madina bertanding untuk bersanding. (FAN)






