Baru Beberapa Tahun Dibangun, Oknum Kades Gunungtua Jae Hancurkan Kantor Desa

0
399

MohgaNews|Madina – oknum kepala desa Gunungtua Jae Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) Mardansyah Rangkuti diduga melakukan kesalahan fatal. Sebab, bangunan kantor desa yang baru berusia beberapa tahun sudah dihancurkan dan dibangun kembali menggunakan Dana Desa tahun 2019.

Informasi dihimpun, bangunan lama kantor balai desa tersebut adalah aset Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Namun, kuat dugaan tanpa melewati pengusulan pelepasan atau penghapusan aset, Mardansyah Rangkuti merubuhkan bangunan lama, dan menggantinya dengan bangunan baru secara total.

Perbuatan oknum Kepala desa ini sudah menyita perhatian masyarakat. Karena, menurut warga setempat, pembangunan kantor balai desa itu tanpa persetujuan warga. Apalagi menurut warga, bangunan lama masih bagus dan baru berusia sekitar empat tahun. Hanya saja ukurannya memang agak kecil.

Kondisi ini sebenarnya sudah mendapat perhatian dari Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis. Dan, Erwin sudah menegur langsung oknum kepala desa Mardansyah Rangkuti.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Madina, Syahrul Matondang SSos yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (13/1) mengatakan, dalam waktu dekat Dinas PMD akan memanggil dan memintai keterangan kepala desa mengenai penghapusan aset milik pemerintah dan membangunnya kembali menggunakan Dana Desa.

“Kami akan memanggil Kades untuk meminta penjelasan terkait pembongkaraan bangunan itu,” kata Sahrul

Selain melakukan pemanggilan kepada Kepdes, Dinas PMD juga akan menyurati DPKAD Madina dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara guna memastikan bangunan yang dibongkar tersebut masuk ke asset Pemda atau Pemprosu.

“Untuk memastikan bangunan yang dibongkar tersebut masuk ke asset Pemkab Madina atau Provinsi Sumatera Utara kita akan surati dulu instansi terkait,” ujarnya.

Syahrul yang didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Desa, Julhan Efendi menegaskan, mereka akan menindaklanjuti persoalan tersebut guna mengetahui sejauh mana kesalahan dalam proses perubuhan gedung lama dan membangun gedung kantor desa yang baru.

“Ini akan kita proses, nanti kita lihat sejauh mana permasalahannya,” ujarnya.

Sementara itu, mantan Kepala Dinas PMD Madina, Muhammad Ikbal Nasution yang dihubungi wartawan mengatakan, sebelumnya ia telah melakukan pemanggilan kepada Kepdes Gunungtua Jae guna meminta penjelasan terkait pembongkaran bangunan balai desa yang dibongkar itu.

“Sudah pernah kita panggil dan minta penjelasan, bahkan kita minta dia tunjukkan testimoni mengenai proses pengusulan pembangunannya. Disitu seharusnya bisa kita lihat apakah sesuai atau tidak. Tapi, sampai sekarang yang bersangkutan tidak datang. Dan testimoni yang kita minta juga tak ada,” kata Ikbal.

Sebelumnya pada Rabu (5/12) Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis bersama dengan Inspektorat, Kapolsek, Danramil serta Camat Panyabungan  juga telah meninjau bangunan yang dibongkar tersebut.

Pada kunjungannya tersebut, Erwin Lubis meminta penjelasan kepada oknum Kades Mardansyah terkait perubuhan gedung yang diduga aset pemerintah Sumut itu. Namun, Mardansyah tak memberikan penjelasan apapun. Ia saat itu hanya memberikan jawaban akan menemui pimpinan dewan.

Begitu juga saat dimintai keterangan wartawan, ia enggan memberikan komentar apapun.

Bahkan, ia menjanjikan akan memberikan penjelasan kepada Pers atas permasalahan itu. Namun, penjelasan yang ia janjikan tak bisa didapat wartawan. Pun dicoba menghubungi lewat telepon selulernya, tak pernah ditanggapi. (MN-04)