MADINA – Andika Ibrahim Nasution, putra asli berasal dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terpilih menjadi Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia periode 2025-2026.
Kemenangan Andika tidak hanya bentuk sejarah bagi organisasi PPI Dunia, tetapi Andika merupakan Koordinator PPI Dunia pertama kalinya yang berasal dari Timur Tengah dan Afrika melalui persaingan head to head.
Kemenangan yang diraih oleh Andika bukan suatu pencapaian yang biasa-biasa, namun itu adalah perjuangan panjang dengan melalui persaingan ketat. Adu argumentasi, adu program, visi-misi, membawa Andika menang telak. Ia meraih 50 suara dari total 65 suara pada pemilihan tersebut.
Andika juga dinilai bukan hanya memenangkan pemilihan, tetapi telah memenangkan hati mayoritas. Kemenangan ini adalah buah dari dedikasi yang tak tergoyahkan, disiplin yang tak pernah berubah dan sebuah perjalanan yang telah ia lalui selama lebih dari lima tahun di dalam organisasi PPI Dunia.
Berasal dari Mandailing Natal, paling ujung di bagian selatan Sumatera Utara, sosok Andika adalah cerminan dari semangat pantang menyerah. Sebagai mahasiswa Arabic Literature di University of Jordan, sebuah institusi pendidikan terkemuka di Yordania, ia membawa semangat baru yang siap mengguncang tradisi.
Kabang-sapaan akrab Andika di lingkungan keluarganya. Sosok mahasiswa intelektual ini berjanji merombak PPI Dunia menjadi ekosistem intelektual global yang progresif, inklusif, dan strategis.
Andika mengatakan kemenangan menjadi Koordinator PPI Dunia bukan hanya kemenangan pribadi, akan tetapi adalah kemenangan mereka yang percaya bahwa perubahan itu mungkin.
Andika mengajak seluruh pengurus dan anggota PPI Dunia untuk mewujudkan wadah itu sebagai kekuatan yang tak hanya dikenang, tetapi dirasakan dampaknya di setiap sudut negeri ini.
“Bersama, kita akan menjadi penggerak sejati bagi Indonesia,” kata Andika, putra kandung dari pasangan Muhammad Halomoan Nasution (Adek AU) dan Mardiana.
Sementara itu, MPA PPI Mesir 1997-1998, Saparudin Haji (Akong), sangat mengapresiasi capaian dan prestasi yang diraih oleh putra asli kelahiran Bumi Gordang Sambilan tersebut. Ia berharap PPI di bawah kordinator Andika bisa semakin maju dan lebih baik.

“Mendengar informasi putra asli Mandailing Natal terpilih jadi Kordinator PPI Dunia itu, saya merasa sangat bangga. Ternyata Madina itu, generasi muda di dalamnya bisa bersaing di kelas dunia,” ucap Saparudin Haji.
Saparudin Haji berharap Andika mendapatkan kesuksesan dan kelancaran dalam menjalankan amanah yang diberikan kepadanya. Sosok Andika diharapkan menjadi contoh bagi seluruh mahasiswa di Madina, Sumut dan pada umumnya Indonesia.
“Kita berharap mahasiswa/mahasiswi lainnya bisa semakin termotivasi akan pencapaian dari Andika Ibrahim Nasution,” imbuh dia. (FAN)






