MohgaNews|Madina – bakal calon Bupati Mandailing Natal (Madina) di Pilkada tahun 2020 H Ahmad Husein Nasution SE mengajak semua unsur kepemudaan dan masyarakat supaya bangkit dan bersama-sama mewujudkan cita-cita pemekaran Madina yang sesungguhnya.
Hal itu disampaikan Husein Nasution saat menghadiri Musyawarah Daerah Gerakan Pemuda Alwasliyah Kabupaten Madina di aula Mitra Tani jalan lingkar timur Panyabungan, Rabu (6/11)
Hadir staf ahli yang mewakili Bupati Madina yaitu DR HM Daud Batubara, Wakil Ketua GP Alwasliyah Sumatera Utara Saparuddin Haji bersama Kordinator GP Alwasliyah wilayah Tabagsel, Muhammad Azwar Nasution, Ketua KNPI Madina terpilih Nikmal beserta jajaran unsur kepemudaan lainnya. Dan, dihadiri ratusan orang peserta Musda ke III GP Alwasliyah Kabupaten Madina.
Ahmad Husein Nasution dalam sambutannya mengatakan, sebagai pemuda mesti mencermati bahwa pemuda adalah cikal bakal pemimpin masa depan dan harapan bangsa. Dan, pemuda salah satu tonggak suksesnya program pembangunan yang harus dirangkul, dibina, dan diberdayakan Pemerintah selaku pelaksana pembangunan.
Kabupaten Madina, kata Ahmad Husein, telah banyak melahirkan tokoh bangsa bahkan putra asli Madina telah menduduki jabatan tertinggi di negara ini, yaitu Adam Malik Batubara sebagai Wakil Presiden RI kedua. Dan, salah satu tokoh yang disegani dunia.
Kemudian, putra Madina juga salah satu dari tiga orang di Indonesia yang memiliki gelar Jenderal Besar, yaitu Abdul Haris Nasution.
“Banyak tokoh bangsa yang lahir dari Kabupaten Madina yang dulunya adalah Tapanuli Selatan. Belum lagi di jajaran Menteri, dan pengambil kebijakan di lembaga tinggi negara lainnya yang berasal dari Madina. Tetapi, saat ini kita hampir kehilangan generasi penerus tokoh kita itu. Ini harus jadi renungan bagi kita semua,” kata Husein.
Pria yang familiar disapa Husein SBN itu mengungkapkan, selain masalah regenerasi tokoh, permasalahan yang tak kalah pentingnya untuk dikemukakan saat ini adalah terkait cita-cita dan tujuan terbentuknya Kabupaten Madina. Yang sesungguhnya tujannya adalah agar masyarakat lebih mudah dilayani pemerintah dan sejahtera secara ekonomi serta mendapatkan kehidupan, pendidikan, kesehatan, dan peluang kerja yang layak.
“Dan situasi saat ini kita melihat, cita-cita pemekaran Kabupaten Madina tidak dapat dicapai. Kita melihat banyak sekali permasalahan kerakyatan yang tak dapat dituntaskan. Pekerjaan yang sulit didapat, perhatian di sektor pertanian, perkebunan, UMKM, dan lainnya yang sangat rendah. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah makin menipis,
“Karena itu, saya mengajak kita semua masyarakat Madina terutama kalangan pemuda, mari bersama kita gotong royong, kita dedikasikan kemampuan kita untuk memperbaiki ini semua. Saatnya kita bangkit, dan bersama-sama melakukan perubahan untuk Madina yang lebih baik di masa yang akan datang,”
Di sisi lain, Husein SBN mengingatkan unsur kepemudaan di Kabupaten Madina agar tetap menjaga kerukunan walaupun terkadang berbeda pendapat maupun kelompok kepentingan.
“Walau kita beda warna baju, beda pemikiran, beda kepentingan, beda partai politik. Tapi, harus kita pastikan, untuk kepentingan rakyat Madina, kita harus bersama-sama. Kita tinggalkan kepentingan pribadi maupun kelompok untuk mewujudkan Madina yang lebih maju dan sejahtera. Karena ini adalah tanggungjawab kita semua,” ungkapnya.
Usai pembukaan Musda GP Alwasliyah, Ahmad Husein Nasution dianugerahi sebagai tokoh kehormatan GP Alwasliyah Kabupaten Madina. (MN-01)






