PANYABUNGAN, – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ahmad Riski Pane mengungkapkanĀ pentingnya memaksimalkan potensi pertanian guna mendorong bangkitnya ekonomi masyarakat terlebih di masa pandemi Covid-19 yang melanda saat ini
Menurut pane, Tanah Mandailing Natal terlalu subur untuk diabaikan, profesi petani tidak lagi boleh dianggap remeh.
“Mandailing Natal ini tanah yang subur, mayoritas masyarakat kita juga memang petani, namun sangat disayangkan minimnya peran pemerintah membuat petani kita bertani hanya untuk bertahan hidup. Apalagi pada kampanyenya Bupati Sukhairi Nasutio dan Wakil Bupati Atika Azmi sering berbicara pertanian, sementara sekarang di tengah pandemi banyak petani kopi di Ulu Pungkut mulai tinggalkan lahan, menurut data yang kami himpun kurang lebih 900 hektar,” kata pane.
Pane juga menyayangkan selama ini Pemerintah Kabupaten Madina melalui dinas terkait terlalu senang dengan program seremonial yang banyak makan biaya dan minim produktivitas. Hal ini berdampak pada petani yang hanya bertani secara tradisional dan otodidak. Pane menegaskan bahwa pemerintah harus menstimulasi petani di Mandailing Natal untuk menjaga stok pangan daerah ditengah kondisi PPKM Level 2 yang telah diberlakukan Pemkab Madina.
Banyak petani yang tidak terjamin hidupnya, dan bertani bagi mereka hanya memenuhi kebutuhan hidup yang menyebabkan semangat bertani mulai pupus
“Petani kita tidak dibekali wawasan dan teknologi dan mereka bertani secara otodidak yang disebabkan rendahnya perhatian pemerintah. Selama ini pemerintah kita hobi melaksanakan kegiatan seremonial, mereka hanya datang saat panen raya, padahal peran pemerintah sangat vital dalam memaksimalkan potensi pertanian daerah.
“Sudah saatnya Wakil Bupati Atika Azmi Utammi mengimplementasikan narasi kampanyenya, agar minat bertani di Mandailing Natal ini terus tumbuh. Seperti kata beliau, stok ikan kita datang dari propinsi sebelah, besok jangan-jangan beras kita juga dari sana. Kita berharap pemerintah melalui Bupati dan Wakil Bupati yang baru memaksimalkan potensi pertanian terutama kaum milenial mungkin kita bisa memakai konsep program Petani Milenial seperti di Jawa Barat,” ungkapnya
Lebih lanjut pane mengajak masyarakat mengutamakan membeli hasil panen petani di Mandailing Natal.
“Urusan pertanian ini memang bukan hanya urusan pemerintah, ini peran kita semua. Oleh karena itu kita harapkan masyarakat kita lebih mengutamakan membeli hasil panen petani kita. Dengan begitu petani kita akan terbantu,” pesannya. (MN-01)






