Neta S Pane: Dahlan Hasan Pemimpin yang Dekat dengan Rakyat Kecil

0
295
Ketua Presidium IPW Neta S Pane bersama Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution ketika berkunjung ke Aek Nabara Batang Natal

MohgaNews|Madina – Bagi kalangan masyarakat Mandailing Natal (Madina) barangkali belum banyak yang mengenal Neta S Pane. Pria ini dikenal dengan lembaga yang ia dirikan bersama rekannya di ujung masa orde baru. Ia adalah Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) atau lembaga pemerhati kinerja Kepolisian Republik Indonesia.

Pria ini cukup dikenal di Indonesia. ia pemerhati kebijakan pemerintah dan kerap sekali mengkritisi kebijakan Kepolisian, pria ini puluhan tahun bekerja sebagai wartawan di pusat ibu kota. Dan ia lama menjalankan tugas jurnalis di Markas Besar Kepolisian di Jakarta sejak tahun 1980an.

Baru-baru ini, Neta S Pane mengunjungi Kabupaten Madina selama hampir dua minggu. Ia mengunjungi beberapa tempat seperti situs sejaran dan objek wisata alam di Kabupaten Madina. Neta S Pane beberapa kali mendampingi Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution belusukan dan bergaul dengan masyarakat.

dari perjalanannya selama dua minggu di Madina, Neta S Pane memberikan penilaian bahwa Dahlan Hasan Nasution begitu dicintai masyarakat dan diinginkan rakyat kembali memimpin Madina periode berikutnya.

Neta menyebut Dahlan pemimpin yang merakyat dan jarang ditemukan kepala daerah seperti Dahlan karena tidak terlihat jarak dengan masyarakat dari latar belakang apapun.

“Awalnya saya mengenal Dahlan Hasan ini di Jakarta, saya melihat dia dekat bukan hanya dengan pejabat, tetapi ia dekat dengan anak-anak muda yang berasal dari Madina dan tinggal di Jakarta. Saya melihat karakter Dahlan Hasan ini luar biasa, jarang ditemukan kepala daerah seperti beliau. Barangkali tandingannya hanya pak Jokowi, orangnya sederhana dan dekat dengan rakyat kecil,

“Saya melihat Dahlan itu tife pemimpin masa sekarang. Pemimpin yang melayani rakyatnya, beda dengan zaman dulu pemimpin yang harus dilayani. Jarang ditemukan seorang Bupati yang mau turun tangan langsung ketika dibutuhkan masyarakat, menginap di tengah hutan lagi. Saya dengar sendiri warga yang bilang setelah Dahlan jadi Bupati baru jalan mereka dibangun, itu warga pelosok yang bilang, pak Dahlan ini sanggup bekerja siang dan malam,” terangnya.

Neta S Pane juga ikut hadir pada saat pendaftaran pasangan Dahlan-Aswin ke KPU Madina. sebelum berangkat ke KPU mereka menghadiri musyawarah besar FPPAB.

“saya sempat kaget waktu ikut ke Kotasiantar, saat itu hujan lumayan lebat. Semua masyarakat tumpah ruah di lapangan Bagas Godang, lebih seribu orang itu yang menyambut kedatangan Dahlan-Aswin. Saya yakin kalau mereka dibayar tidak akan mau bertahan kena hujan. masyarakat tulus menyukai Dahlan. Mereka simpati, mayoritas kalangan ibu-ibu dan perempuan. Kalau simpatisannya kalangan perempuan biasanya tidak ada tawar lagi, pasti dipilih itu, itu pertanda baik. Saya melihat Dahlan Hasan itu disukai di grass root, di akar rumput. Masyarakat di bawah mencintai dia, kalau elit politik tidak suka sama pak Dahlan itu hal yang biasa, yang perlu diperhatikan itu kan rakyat kecil, bagaimana mereka bisa terlayani haknya dengan baik,” terang Neta.

Neta S Pane juga menilai masyarakat Kabupaten Madina sudah memahami bahwa politik itu untuk kesejahteran masyarakat. karena itu Neta mengimbau masyarakat Madina jangan buat kekacauan selama proses Pilkada berlangsung. Sebaliknya masyarakat harus ikut berperan membantu suksesnya Pilkadadan berjalan dengan kondusif.

“Saya tak punya kepentingan di Pilkada Madina, saya kemari karena di sini banyak kerabat, pulang kampunglah istilahnya. Tetapi karena situasinya Pilkada saya ingin mengajak semua masyarakat untuk tidak membucat kekacauan selama tahapan Pilkada, karena yang korban adalah rakyat kita,” pesannya. (MN-08)