Mau Wisata Religi ke Pemakaman 7 Meter Syeh Mahmud di Barus? Anda Perlu Ketahui Hal Ini

0
202
lokasi pemakaman Syeh Mahmud di desa Pananggahan kecamatan Barus Utara Kabupaten Tapanuli Tengah yang ramai dikunjungi wisawatan religi.

MohgaNews|Tapteng – pemakaman Syeh Mahmud di Papan Tinggi berada di desa Pananggahan kecamatan Barus Utara kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) banyak dikunjungi masyarakat termasuk dari luar Tapteng.

Bagi anda yang ingin mengunjunginya, perlu persiapan diri dan mempersiapkan beberapa hal.

Pemakaman Syeh Mahmud yang panjangnya sekitar 7 meter, berada di ketinggian sekitar 200an meter dari permukaan laut. Untuk tiba disitu, pengunjung harus melewati satu-satunya jalan berupa anak tangga yang jumlahnya lebih dari 700an anak tangga. Selain makam Syeh Mahmud, di kecamatan Barus ini kita juga menemukan pemakaman syeh yang diperkirakan hidup di abad ke VI.

Tempat ini sangat tepat untuk melakukan wisata religi. Apalagi pemakaman Syeh Mahmud yang berada di ketinggian, selain ziarah kubur, pengunjung juga akan menikmati panorama bukit yang bisa melihat keindahan alam dan permukaan laut sejauh mata memandang.

Bagi pengunjung, alangkah baiknya memulai perjalanan menaiki anak tangga di pagi hari, karena untuk tiba ke lokasi pemakaman menaiki 700an anak tangga memerlukan waktu hampir dua jam.

Tentu saja, pengunjung harus menyiapkan tenaga ekstra. Bila tidak, bisa saja kelelahan sebelum tiba ke lokasi. Tetapi, dalam perjalanan menaiki anak tangga tersebut, pengunjung akan menemukan beberapa pedagang yang menjual minuman dan makanan ringan. Mereka juga menyediakan tempat duduk yang hanya bisa untuk beberapa orang saja.

Pengunjung juga perlu memperhatikan barang-barang perlengkapan yang di bawa ke atas bukit (lokasi pemakaman), barang-barang yang tak dianggap perlu agar tidak dibawa. Sebab, menapaki anak tangga itu, badan kita saja sudah cukup berat dan susah, apalagi membawa barang yang jumlahnya banyak seperti tas perlengkapan atau sebagainya.

Sebelum memulai pendakian menapaki anak buah tangga, pengunjung alangkah baiknya sarapan dulu, dan sebelum ke titik awal pendakian, warung makan sekaligus menyediakan tempat shalat bagi pengunjung yang hendak mendaki.

“Kalau mau naik ke atas, pengunjung kami sarankan untuk tidak membawa barang perlengkapan, dan bisa dititip di warung ini. Kami cegah bawa barang perlengkapan dikarenakan jalan pendakian yang cukup jauh dan lebih 700an anak tangga, jangankan bawa barang-barang, tanpa bawa saja pengunjung sudah kelelahan. Dan, disini kami menyediakan tempat shalat dan MCK bagi pengunjung,” ujar pria pemilik warung kepada setiap pengunjung.

Pantauan MohgaNews selama perjalanan menuju pemakaman, meskipun pendakian yang cukup melelahkan, pengunjung tetap berusaha untuk sampai ke puncak bukit lokasi pemakaman. Bukan hanya warga Tapteng yang berkunjung kesana. Masyarakat dari luar daerah banyak sekali yang mengunjungi makam Syeh Mahmud.

Seperti anak santri dari Psantren Aljumhuri di kabupaten Padang Lawas. Mereka sekitar 100an orang beserta guru pengasuh sengaja datang untuk ziarah ke makam Syeh Mahmud di Barus. Di lokasi pemakaman, mereka mengaji yasin sekaligus doa bersama di pemakaman tersebut.

“Kami kesini dari Sibuhuan Padang Lawas untuk menziarahi makam Syeh Mahmud. Syeh Mahmud menurut sejarahnya adalah salah satu Ulama yang pertama sekali menyebarkan agama Islam di Indonesia pada abad ke VI,” terang ustadz Nazir, guru pengasuh di psantren Aljumhuri Padang Lawas.

Selain mengunjungi makam Syeh Mahmud, pengunjung juga bisa meluangkan waktu menikmati pemandangan pantai di sekitar Barus. Timbang-timbang mengobati rasa lelah karena harus menapaki lebih dari seribu anak tangga, naik dan turun dari lokasi pemakaman.

Karena itulah, diperlukan fisik yang kuat bagi anda yang ingin wisata religi ke pemakaman Syeh Mahmud dan Syeh-Syeh besar lainnya di sekitar kecamtan Barus Utara kabupaten Tapteng. (MN-01)