Malang Nasib Aziz Tinggal di Gubuk Reot Tak Dapat Bantuan Tunai

0
342

Madina| pasangan suami istri Abdul Aziz (24) dan Ainun Mardiyah (25) bersama dua orang anak mereka tinggal di sebuah gubuk reot berukuran 3×4 meter di jalan lintas barat Kelurahan Panyabungan II Kabupaten Mandailing Natal (Madina)

Mereka sudah dua tahun tinggal di gubuk yang atapnya seng bekas apabila hujan isi rumah mereka akan basah dan terkadang digenangi air.

Saat ditemui MohgaNews, Sabtu (12/9/2020), Ainun istri Abdul Aziz sedang beres-beres di rumah beserta kedua buah hatinya, sehari-hari ia bekerja pergi ke sawah mencari sayur untuk dijual ke pasar, biasanya ia bisa mendapat uang Rp 20 ribu sehari dan terkadang sama sekali tidak ada. Sementara Aziz sedang bekerja sebagai kuli bangunan dengan upah harian sebesar Rp 80 ribu.

Ainun bercerita mereka tinggal di gubuk itu sudah dua tahun. Tanah pertapakan rumah mereka sewa Rp 200 ribu setahun. Sementara gubuk tempat tinggal itu mereka bangun sendiri dengan mencari kayu dan papan bekas yang diminta dari warga berbaik hati.

“Kami sudah 2 tahun mengontrak tanah disini, kami mengontrak tanahnya 200 ribu pertahun, bangunannya terbuat dari kayu sempengan dan seng bekas dari bangunan orang. Di sini tak ada sumur, untuk air minum kami meminta tolong ke tetangga ambil air di sumur merek,” keluhnya.

“Suami saya kerjanya hanya buruh bangunan gajinya 80 ribu. Itupun kadang saja ada yang mengajak, tidak menetap kerjanya,” tuturnya sambil terisak

Ainun bercerita selama masa pandemi Covid-19 banyak warga maupun tetangganya yang menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST). Beda halnya dengan Ainun yang sama sekali tak pernah mendapat bantuan uang tunai itu. Ia hanya pernah menerima bantuan paket sembako dari gugus tugas penanganan Covid-19 provinsi Sumatera Utara.

“Sedih rasanya sewaktu warga yang lain mendapat bantuan uang tunai, katanya ada yang BLT dan BST yang diambil dari kantor pos. Sementara kami tidak pernah mendapat itu. Cuma satu kali kami mendapat bantuan sembako dari Provinsi Sumut, dan itu dua kali pengajuan berkas,” ujarnya lagi

“Kami berharap sekali bantuan tunai, karena untuk beli beras saja kami sudah biasa mencari pinjaman uang, itupun kalau ada yang iba, sudah biasa kami kekurangan beras,” tambahnya.

Terpisah, Lurah Panyabungan II Fauzi mengaku tidak mengetahui kondisi yang di alami warganya itu

“Saya tidak mengetahui keluarga tersebut, hari senin saya akan turun ke lokasi tersebut dan untuk kedepannya akan dimasukkan kepada daftar penerima bantuan,” sebut Fauzi. (M-08)