MADINA, Mohga – untuk mengikuti proses persalinan, warga Desa Hutatonga AB Kecamatan Tambangan Kabupaten Madina harus menempuh jarak sekitar tiga kilometer
Jalan menuju Desa Hutatonga AB dari Desa Laru Baringin adalah tanjakan. Desa yang dihuni 250 kepala keluarga mayoritas bekerja sebagai petani karet dan sawah, kaum perempuan yang akan bersalin harus menempuh jarak tiga kilometer ke Desa Pasar Laru. Selain itu warga juga harus mengeluarkan biaya tambahan ongkos sebesar Rp 150 ribu. Kondisi inilah yang dialami warga Hutatonga AB sejak berpuluh tahun silam.
Pengakuan warga Desa Hutatonga AB ada bidan yang selalu mendampingi ibu-ibu yang akan melahirkan, tetapi lokasi persalinan yang terbilang jauh dan jalan berliku penuh tanjakan menjadi kendala yang serius. Karena itu bukan suatu hal mengherankan banyak kaum ibu yang melahirkan dalam perjalanan.
“Pak, tolong sampaikan kepada pemerintah agar di Desa ini ada rumah bersalin, kaum ibu bisa melahirkan di sini saja, karena kalau ke luar kampung tantangannya cukup berat, akses jalan kesini sangat sulit, banyak kaum ibu yang akhirnya melahirkan di tengah perjalanan ke Pasar Laru,” ungkap ibu bermarga Nasution kepada mohganews, Sabtu (9/9/2023)
Keluhan serupa disampaikan warga desa lainnya. Mereka berharap pemerintah memberikan perhatian serius ke beberapa desa di Kecamatan Tambangan yang masih banyak kekurangan sektor infrastruktur, pendidikan, perekonomian, dan sektor kesehatan. (MN-11)






